Preto188

1 / 6
1 / 6
1 / 6
1 / 6

Saturday, July 14, 2018

Kemenangan Lalu Muhammad Zohri Mendunia dan Mengubah Sejarah


Preto188- Kemenangan luar biasa Muhammad Zohri dalam nomor sprint 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia menggetarkan hati seluruh bangsa Indonesia.

Meskipun tak masuk daftar favorit, Namun ia berhasil membuktikan bahwa ia dapat mengalahkan sprinter yunior dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat. Bendera negeri Paman Sam yang sudah disiapkan di ujung lintasan pun urung dikibarkan.

Setelah hasil perlombaan diumumkan, Zohri yang berlari di lintasan delapan kemudian melakukan sujud syukur di arena.

Ternyata bukan hanya di Indonesia, kabar kemenangan Lalu Muhammad Zohri, pemuda dari keluarga sederhana asal Lombok itu juga menghiasi media-media massa internasional.

Situs media terkemuka Inggris, www.theguardian.com memuat artikel berjudul, Indonesian sprinter who could barely afford shoes wins 100m gold.

"Rakyat Indonesia merayakan kemenangan atlet dari Pulau Lombok, yang hampir tidak mampu membeli sepatu lari tahun lalu, mengalahkan para pelari favorit dan memenangkan mahkota juara dunia lari nomor sprint yunior," demikian dikutip dari The Guardian, Sabtu (14/7/2018).



Kemenangan Zohri, seperti dikutip dari Guardian, memang tak terduga. Pemuda 18 tahun tersebut mengalahkan dua atlet Amerika Serikat, Americans Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang finis bersamaan dengan catatan waktu 10,22 detik.

Sementara itu, media Singapura, Channel News Asia memuat artikel berjudul Indonesian sprinter who trained barefoot hailed by nation after striking athletics gold.

Zohri diceritakan kerap berlatih lari, keliling kampung, dalam kondisi bertelanjang kaki. Alasannya, ia tak mampu membeli sepatu.

Situs media Kanada, globalnews.ca juga berbagi cerita tentang latar belakang Zohri sebelum akhirnya berhasil merebut gelar juara dunia.



Dalam artikel berjudul, Indonesian athlete couldn’t afford shoes, so he trained barefoot. He just won gold, dikisahkan bahwa Zohri berasal dari keluarga yang sederhana. Ia tumbuh besar di sebuah rumah kecil yang didirikan dari papan dan bambu.

Lalu Muhammad Zohri ingin menjadi pelari," demikian seperti dikutip dari Global News. "Namun, pemuda 18 tahun, bungsu dari empat bersaudara, menghadapi banyak hambatan untuk mewujudkan cita-citanya itu."

Situs media asiancorrespondent.com juga mengisahkan hal serupa dalam artikel berjudul, Indonesian sprinter wins gold and hearts in Finland. Senada, situs BenarNews memuat artikel berjudul Dirt-Poor Indonesian Sprinter Strikes Gold, Wins Nation’s Heart.

Sementara, www.sportsmax.tv, mengabarkan kemenangan Zohri dalam artikel berjudul, Indonesian makes 100m history as Jamaica's Stephens finishes seventh in Tampere.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.


Banner iklan disini