Preto188

1 / 6
1 / 6
1 / 6
1 / 6

Monday, July 16, 2018

Pussy Riot Menyusup ke Final Piala Dunia


Preto188 - Sebanyak empat orang berpakaian layaknya petugas keamanan tiba-tiba memasuki lapangan ketika laga final Piala Dunia 2018 di Rusia antara Perancis dan Kroasia masuk menit 52.

Petugas keamanan berlarian di lapangan Stadion Luzhniki, tempat laga final digelar, hingga membuat wasit Nestor Pitana menghentikan pertandingan. Salah satu dari penyusup bahkan sempat tos dengan penyerang muda Perancis, Kylian Mbappe, sebelum ditangkap dan dikeluarkan dari lapangan.

Setelah kejadian itu, sebuah kelompok bernama Pussy Riot mengeluarkan rilis bertanggung jawab atas masuknya empat penyusup tersebut.

Dilansir dari The Sun Minggu (15/7/2018), Pussy Riot merupakan band feminis beraliran punk rock yang berbasis di Moskwa. Band tersebut didirikan pada Agustus 2011, kelompok tersebut beranggotakan 11 orang wanita yang berusia antara 20-33 tahun.



Pussy Riot sudah melakukan sejumlah aksi kontroversial. Termasuk melakukan seks di Museum Biologi Moskwa pada Agustus 2012.

Lagu yang mereka hasilkan selalu berkisah soal feminisme, hak-hak LGBT, maupun sikap oposisi mereka atas Presiden Rusia Vladimir Putin.

Band ini menuai perhatian dunia setelah mereka tampil di Katedral Gereja Ortodox Kristus Juru Selamat pada 21 Februari 2012. Dua anggota, Maria Alyokhina dan Nadezhda Tolokonnikova harus mendekam di penjara atas aksi anti-Putin di katedral itu.



Alyokhina kembali dipenjara pada Agustus 2017 di kota Siberia, Yakutsk, setelah menentang hukuman penjara bagi sineas Ukraina, Oleg Sentsov.

Mereka kembali melakukan aksi protes atas hukuman Sentsov dengan menyerbu Menara Trump di New York, Amerika Serikat (AS), pada Oktober 2017.

Presiden AS Donald Trump juga tak luput dari sindiran Pussy Riot melalui lagu Make America Great Again dan Police State.

Dalam rilis yang disampaikan di Twitter, Pussy Riot memberikan enam poin keinginan mereka melalui aksi penyusupan di laga final.
1. Bebaskan semua tahanan politik.
2. Berhenti penjarakan orang demi propaganda media sosial.
3. Hentikan penangkapan ilegal selama aksi demonstrasi berlangsung.
4. Perbolehkan segala bentuk kompetisi politik.
5. Hentikan menciptakan kasus kriminal palsu, dan memenjarakan orang tanpa alasan.
6. Ubah Polisi Buruk menjadi Polisi Baik.

"Tahun ini, 11 tahun pujangga besar Rusia Aleksandrovich Prigov, yang menciptakan dasar Militarist, status negara sorgawi, meninggal," ujar Pussy Riot.

Militarist menurut Pussy Riot menjadi komponen untuk membentuk Rusia yang indah tanpa diganggu dengn adanya polisi buruk.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.


Banner iklan disini