Preto188

1 / 6
1 / 6
1 / 6
1 / 6

Friday, July 13, 2018

Suami Rentan Selingkuh saat Istri Hamil


Preto188 - Segala macam perubahan fisik, psikologis, dan perilaku yang dialami oleh perempuan saat hamil juga dirasakan oleh sang suami. Berbagai perubahan ini bisa membuatnya merasa “dinomorduakan”.

Waktu dan perhatian istri yang hampir sebagian besar tercurah untuk menjaga kandungannya. Ini adalah wajar karena sudah menjadi insting seorang calon ibu untuk sebisa mungkin menjaga kesehatan tubuhnya saat sedang hamil demi kesehatan calon anaknya saat ini dan di masa depan.

Tetapi disisi lain, bergesernya fokus perhatian istri ini bisa memicu kecemburuan dalam diri si suami karena ia merasa diabaikan. Banyak pula pria yang merasa takut kalau nanti bayinya sudah lahir, istrinya jadi benar-benar tidak cinta lagi pada mereka.

Misalnya, Anda ingin mengajak istri untuk berkencan ke tempat favorit berdua, tapi ia memilih untuk beristirahat saja di rumah karena takut kecapekan. Anda juga mungkin jadi lebih banyak menghabiskan waktu makan sendirian, atau malah makan di luar rumah, karena istri jadi lebih jarang masak selama hamil.

Tak hanya dari sisi emosional, pria juga mungkin merasa bahwa kebutuhan seksnya ikut terbengkalai. Banyak suami yang mengaku bahwa mereka semakin jarang berhubungan seks selama istrinya hamil karena gairah seks istri yang menurun. Istri mungkin juga berpikir bahwa tidak seharusnya berhubungan seks saat hamil karena dapat menyakiti bayi. Selain itu, rasa tidak percaya diri karena merasa gemuk dan tidak menarik mungkin menghantui beberapa istri untuk berhubungan seksual.


Suami dan istri harus sama-sama saling mengerti

Untuk menghindari konflik dan rasa cemburu buta, baik suami dan istri harus sama-sama saling mengerti dan peduli dengan kondisi masing-masing.

Mengubah pola berpikir akan sangatlah penting. Segala macam perubahan fisik, perilaku, dan emosional yang dialami oleh istri saat hamil adalah hal yang wajar dan hanyalah bersifat sementara. Anda bisa menunjukkan kepedulian pada istri dengan lebih terlibat pada urusan kehamilannya. Misalnya dengan mengajaknya pijat, belanja pakaian bayi, berdiskusi memilih nama bayi, menemani istri spa kehamilan, atau bahkan berangkat babymoon.

Para istri, yakinkan juga pada pasangan bahwa ia masih menjadi prioritas Anda meski lagi hamil. Dorong dan dukung suami untuk menjadi suami SIAGA dan menjadi ayah yang hebat. Di saat yang bersamaan, minta pengertian darinya bahwa segala perubahan yang Anda alami saat ini mungkin membuat Anda tidak nyaman dengan tubuh sendiri. Jika tidak ingin berhubungan seks, Anda berdua masih bisa bermesraan dengan berpelukan, berciuman, atau kelonan.

Secara tidak langsung, cemburu berkaitan dengan komitmen yang Anda buat berdua sejak pertama kali menjalin hubungan dulu. Kalau Anda sudah yakin benar bahwa ia mencintai Anda sepenuh hati (begitu juga Anda padanya), apa lagi yang harus dipermasalahkan?

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.


Banner iklan disini