Preto188

1 / 6
1 / 6
1 / 6
1 / 6

Saturday, October 27, 2018

Google Pecat 48 Karyawan


Preto188-  Google mengumumkan bahwa pihaknya telah menindak 48 karyawannya yang melakukan pelecehan seksual selama dua tahun terakhir. Bahkan pihaknya memecat puluhan karyawan tersebut tanpa pesangon.

Pernyataan tersebut juga menjawab berita belakangan ini yang mengatakan jika Google mengatakan telah melindungi beberapa karyawan laki-laki yang menghadapi tuduhan pelanggaran seksual dan menawarkan mereka uang dalam jumlah besar untuk meninggalkan perusahaan.



Dilansir dari laman CBC, Jumat (26/10/2018) sebelumnya New York Times melaporkan bahwa perusahaan telah memecat eksekutif yang bertanggung jawab atas perangkat lunak Android-nya untuk pelanggaran seksual pada tahun 2014.

Seorang juru bicara untuk Andy Rubin, mantan eksekutif Android, Sam Singer mengatakan dia meninggalkan atas kemauannya sendiri dan tidak pernah diberitahu tentang tuduhan pelanggaran seksual. Rubin mengakui memiliki hubungan seksual konsensual dengan karyawan Google yang tidak melaporkan kepadanya, mengikuti batasan yang ditarik oleh kebijakan Google pada waktu itu.

Menurut kabarnya laporan tersebut menyebar karna beberapa orang-orang tak dikenal dan dokumen pengadilan, termasuk beberapa yang diajukan dalam perceraian yang sedang berlangsung antara Rubin dan istrinya. The Times melaporkan bahwa Google juga melindungi dua eksekutif lain yang dituduh melakukan pelanggaran seksual, mengusir satu dengan paket pesangon sementara mempertahankan yang lain.

Walaupun Pichai tidak secara langsung menangani tuduhan terhadap Rubin dan eksekutif lainnya, ia mengakui kisah Times "sulit untuk dibaca" dan tidak membantahnya.

"Kami sangat serius untuk memastikan kami menyediakan tempat kerja yang aman dan inklusif, " kata CEO Google Sundar Pichai

Dalam upaya nyata untuk meyakinkan karyawan bahwa segala sesuatunya telah berubah sejak kepergian Rubin. Pichai mengatakan 13 dari 48 pekerja yang dipecat Google karena melanggar kebijakan pelecehan seksual perusahaan adalah manajer senior atau eksekutif. Tak satu pun dari mereka yang menerima paket pesangon.

"Kami sangat serius untuk memastikan kami menyediakan tempat kerja yang aman dan inklusif," tulis Pichai.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.


Banner iklan disini